Indosat Siapkan Layanan CDMA Blackberry Starone

>> Selasa, 2009 April 28


Indosat tengah masuk tahap finalisasi kerjasama dengan Research in Motion (RIM), agar jaringan berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) yang digunakannya untuk StarOne, bisa untuk akses BlackBerry.

"Mudah-mudahan bulan Mei nanti, BlackBerry StarOne sudah bisa komersial," ungkap Direktur Pemasaran Indosat, Guntur Siboro.

Seperti diakuinya, Indosat masih mencari rumusan tarif yang pas untuk ditawarkan kepada pengguna CDMA StarOne. "Tarifnya belum difinalisasi, maunya satu tarif untuk pakai GSM BlackBerry dan CDMA BlackBerry sekaligus," jelas Guntur.

Dari sisi teknis, klaim pria Batak ini, akses BlackBerry menggunakan CDMA relatif tak ada masalah. Mengingat di Amerika Serikat, misalnya, layanan BlackBerry diakses menggunakan teknologi jaringan tersebut.

"Secara teknis tentunya bisa, apalagi CDMA itu teknologi native di urusan data. Walaupun CDMA kita sementara hanya pakai CDMA 1x dengan kecepatan sampai 153 kbps," demikian kata Guntur.

"Kita pernah coba EVDO (Evolution Data Only - jaringan layanan setara 3G untuk CDMA) di Balikpapan. Tetapi dengan kondisi saat ini, sulit EVDO diimplementasikan untuk carrier (kanal) yang terbatas," jelasnya lebih lanjut. Untuk Starone, Indosat cuma memiliki dua kanal di frekuensi 800 MHz.

Untuk memasarkan BlackBerry Starone, Indosat mengaku tak mengeluarkan duit tambahan sepeser pun. "Tidak ada investasi tambahan karena pakai link yang sama dengan saat ini," jelas Guntur. Indosat sendiri memiliki bandwidth 20 Mbps untuk koneksi langsung ke jaringan RIM.

StarOne sampai saat ini baru memiliki 700 ribu pelanggan dari 2,1 juta kapasitas yang tersedia. Guntur tak mau dikaitkan upaya menyelenggarakan layanan BlackBerry sebagai usaha untuk mengatrol jumlah pelanggan telepon nirkabel terbatas itu.

"Untuk StarOne kita tidak punya target tertentu. Hanya kelengkapan saja untuk dual mode device yang ada di pasar," tandasnya.

Adapun perangkat BlackBerry di pasaran yang sudah mendukung akses jaringan CDMA antara lain, seri 8130, 8330, 8830, 8930, dan 9530. Indosat pun menegaskan tak akan membundling handset buatan Kanada tersebut dengan StarOne dalam pemasarannya nanti.

(Sumber: detikinet.com)

Read more...

Sony Ericsson Belum Berniat Rilis Ponsel Android




Sony Ericsson mengaku belum mau merilis ponsel berbasis sistem operasi Google Android. Di tengah persaingan pasar ponsel yang semakin ketat, perusahaan patungan Jepang-Swedia itu masih percaya dengan kekuatan handset-handset besutannya, dan belum mau mengeluarkan "senjata" Android-nya.

"Semuanya masih perlu evaluasi, seperti melakukan ujicoba lebih banyak, dan melihat penerimaan masyarakat pada android," kata Chief Executive Sonny Ericsson, Hideki Komiyama.

Diakui Komiyama, sistem operasi besutan Google, merupakan salah satu sistem operasi yang sangat bagus. Namun, sekali lagi, dia menegaskan baru akan mengeluarkannya di waktu-waktu mendatang, Komiyama pun enggan menyebutkan kepastian Sony Ericsson mengeluarkan Android.

Sebelumnya, beredar kabar jika Sonny Ericsson akan merilis ponsel berbasis Androidnya, tahun 2009 ini. Pernyataan Komiyama itu sekaligus menepis kabar tersebut.

Saat ini, kondisi Sony Ericsson yang sedang terpuruk memutuskan untuk menggunakan 3 sistem operasi yakni, Symbian, Android, dan Windows Mobile.

"Fokus kami saat ini, adalah bagaimana kami bisa tampil berbeda dengan para pesaing yang menggunakan sistem operasi yang sama," ujar Komiyama.

Sonny Ericsson mengalami penurunan keuntungan yang cukup drastic sejak Januari 2009 hingga Maret 2009. untuk mengatasi masalah tersebut Sony Ericsson rencananya akan memangkas sekira 2000 karyawannya. Cara lain yang ditempuh Sony Ericsson adalah memfokuskan diri pada pembeli tradisional mereka, yang sebagian besar berada di Benua Eropa.

(Sumber: OKEZONE.COM)

Read more...

Bluetooth 3.0 Telah Resmi Diluncurkan






Bluetooth Special Interest Group secara resmi meluncurkan Bluetooth 3.0 dan spesifikasinya. Ini adalah koneksi nirkabel berkecepatan tinggi. Kecepatan tertingginya mencapai 24 megabita per detik, jauh melampaui 3 megabita per detik pada versi saat ini. Ini terjadi lantaran Bluetooth 3.0 mampu menembus protokol radio 802.11 atau yang selama ini kita kenal sebagai WiFi.

Meski bisa menggabungkan perangkat Bluetooth dan WiFi, namun transfer data tetap dilakukan melalui WiFi melalui suatu jaringan WiFi. Ini khususnya pada transfer berkas bervolume besar seperti foto, video, dan sebagainya.

Bluetooth 3.0 juga menjanjikan konsumsi energi yang minimal sehingga tak menyerap banyak tenaga seperti yang dikeluhkan pada versi sebelumnya.

Pendukung teknologi anyar ini juga sudah siap. Semisal Atheros dan Broadcom, dua perusahaan yang selama ini membuat hardware untuk Bluetooth sedang mempersiapkan produknya. Diperkirakan, dalam 9 sampai 12 bulan mendatang, Bluetooth 3.0 sudah bisa dirasakan pada produk-produk konsumen.

(Sumber: TEMPOInteraktif.Com)

Read more...

HiPhone Nano - Iphone Nano Versi China

HiPhone Nano - Iphone Nano Versi China




Apple belum merilis iPhone nano. Namun HiPhone China sudah mulai memasarkan versinya sendiri disebut HiPhone Nano. Produk HiPhone ini sangat terkenal, karena 99% sangat mirip dengan iPhone. Yang sedikit berbeda, HiPhone Nano merupakan handset clamshell. Selama ini iPhone mengusung desain batang permen.

Bagian eksterior HiPhone Nano memiliki pengontrol pemutar musik dedicated yang meniru iPod Clickwheel. Sedangkan display monokrom untuk menunjukkan jam.

Saat Flip dibuka di dalamnya terdapat layar sentuh 2.4 inci bersama dengan keypad numeric. Hebatnya, pembuat HiPHone Nano memberekan kelebihan lain karena mendukung dual-SIM.

Produk ini dijual US$124,99. Harus diakui sekilas produk ini mirip iPod nano.

[Sumber: INILAH.COM]

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Artsy by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP